Fenomena Alam Api Biru (Blue Fire) di Kawah Ijen

By | Mei 23, 2022

Fenomena alam Api Biru (Blue Fire) di Kawah Ijen mengingatkan Anda pada Blue Flame di Islandia Ya, fenomena alam ini memang hanya terjadi di dua tempat ini di seluruh dunia. Tak heran jika kemudian banyak wisatawan, baik asing maupun lokal, yang berbondong-bondong ke Kawah Ijen untuk menyaksikan hal tersebut. Bahkan, kepopuleran dari fenomena ini mengalahkan keindahan sunrise yang biasanya banyak di kejar oleh para pendaki dunia.

Fenomena Alam Api Biru Kawah Ijen
View Blue Fire kawah gunung Ijen yang mempesona

Keelokan Fenomena Alam Api Biru Kawah Ijen yang Patut Anda Saksikan.

Kawah Gunung Ijen mempunyai ketinggian sekitar 2.443 meter di atas permukaan air laut. Kawah ini menjadi pusatnya danau kawah di dunia. Sebab, sekitar 36 juta meter kubik hidrogen dan belerang berhasil di produksi oleh kawah ini. Meskipun cukup berbahaya, namun keindahan yang di tawarkan tidak mampu untuk anda tolak. Warna hijau toska yang tampak pada danau belerang tersebut memberikan pesona luar biasa. Danaunya mempunyai tingkat keasaman yang tinggi sehingga mampu melarutkan jari manusia.

Sementara itu, api yang biasanya berwarna merah, di kawah ini ternyata berwarna biru. Tentu pemandangan ini sangat langka dan sayang untuk di lewatkan. Perubahan warna tersebut sebenarnya sangat misterius. Bagaimana bisa warna api berubah menjadi biru? Ternyata, hal tersebut di karenakan adanya pembakaran belerang yang kemudian terkontaminasi dengan udara ketika mempunyai suku lebih dari 360 derajat.

Akses Menuju Lokasi Api Biru

Untuk bisa menyaksikan Blue Fire dari puncak Ijen, Anda menggunakan harus menggunakan jalan darat, baik dengan kendaraan sendiri maupun bus angkutan umum. Ada dua jalur yang bisa Anda lalui, yaitu jalur selatan dan utara.

  1. Untuk jalur selatan, Anda berangkat dari Banyuwangi ke arah Licin. Jarak kedua tempat ini sekitar 15 km. Setelah itu, Anda harus menempuh jarak 18 km lagi menuju Paltuding. Namun, karena medannya yang menanjak dan berkelok, Anda harus menggunakan Jeep sekitar 6 km menuju Jambu. Dari sini, baru Anda melanjutkan ke Gunung Ijen. Ojek dan jalan kaki merupakan alternatif perjalanan Anda.
  2. Sementara itu, jika Anda menggunakan jalur utara, Anda akan berangkat dari Situbondo menuju Bondowoso melalui Wonosari. Setelah itu, Anda baru melanjutkan perjalanan menuju Paltuding. Dari Situbondo, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam menuju Paltuding.

Fasilitas di Sekitar Obyek Wisata Gunung Ijen

Untuk bisa menikmati Blue fire yang hanya bisa anda lihat dini hari, maka lebih baik menginap di salah satu penginapan yang sudah di persiapkan oleh pihak pengelola kawah. Harga yang mereka tawarkan pun cukup bervariasi, mulai dari Rp 100.000,00 hingga Rp 500.000,00 per malam. Selain itu, ada juga guest house yang di sediakan dengan harga mulai dari Rp 135.000,00 per malam. Di tempat ini juga menyediakan pemandu wisata yang akan memberikan penjelasan lengkap mengenai api biru yang terjadi di wisata Ijen.

Waktu Paling Tepat Mengunjungi Kawah Gunung Ijen

Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, Anda harus mengunjungi tempat ini sekitar bulan Juli hingga September, yaitu saat musim kemarau. Jangan melakukan kunjungan saat musim penghujan karena jalanan licin dan sangat membayakan para pendakinya.

Waktu mendaki sebaiknya di lakukan pada pukul 05.00 hingga 06.00. Waktu pendakian di waktu pagi ini tentu mempunyai banyak alasan. Pertama, karena sinar matahari belum begitu terik sehingga perjalanan selama empat jam untuk naik dan turun tetap dalam kondisi teduh. Kedua, pemandangan kabut di pagi hari memberikan sensasi tersendiri bagi Anda. Ketiga, bau belerang begitu keluar sehingga aman untuk kesehatan pernapasan Anda. Sedangkan untuk melihat fenomena Alam Api Biru di Kawah Ijen waktu pendakian yang baik adalah mulai dari jam 12 malam. Hal ini di lakukan supaya anda dapat menyaksikan keindahan Blue Fire dan Milky Way secara sempurna yang hanya terjadi pada malam hari.

Fenomena Alam Api Biru (Blue Fire) di Kawah Ijen

Satu hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan pendakian, yaitu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. So, jangan lewatkan untuk menikmati pesona fenomena Alam yang ada di gunung Ijen.